Saturday, 6 July 2013



Seni Kriya atau sering kita menyebutnya dengan Kerajinan Tangan menurut Zoet Mulder dalam kamus jawa kuno – indo {1995-520}, kata kriya berasal dari bahasa sankerta yang artinya pekerjaan, tindakan,dan khususnya  pekerjaan yang berkenaan dengan upacara keagamaan. Dalam KBBI, 1995, 531: kriya yaitu suatu pekerjaan atau kerajinan tangan. Pendapat Rasjoyo dalam bukunya yang berjudul seni rupa untuk SMA, seni kriya yaitu seni yang bertujuan menyajikan kebutuhan hidup sehari-hari.

Kemudian Rasjoyo menambahkan, Seni kria adalah Kerajinan tanggan ,karya pertama (sample), sedangkan karya berikutnya menjadi benda kerajinan. Seni kriya juga di artikan sebagai suatu karya seni yang penekanan pekerjaannya pada tangan (keterampilan tangan). Dari revolusi industri di inggris pada abad 18, muncullah seorang Bapak kriya modern yang sangat ahli dalam industri yaitu “WILLIAM MORES dan temannya  “JOHN RUSKIN. Seni kriya sebenarnya tidak bisa lepas dari seni rupa, keduanya tumbuh dan berkembang dengan sejajar . kalau seni rupa menitik beratkan nilai estetika, maka seni kriya lebih mengutamakan segi fungsi (aplikasi). 
Seni kriya adalah cabang seni yang menekankan pada ketrampilan tangan yang tinggi dalam proses pengerjaannya. Seni kriya berasal dari kata “Kr” (bhs Sanskerta) yang berarti ‘mengerjakan’, dari akar kata tersebut kemudian menjadi karya, kriya dan kerja. Dalam arti khusus adalah mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan benda atau obyek yang bernilai seni” (Prof. Dr. Timbul Haryono: 2002).

Dalam perkembanganya ,seni kriya tidak dapat melepaskan diri dari unsur rupa .Sentuhan-sentuhan estetik sangat penting untuk mewujudkan karya seni kriya yang “adi luhung” .Karena aspek fungsi menempati porsi utama, maka seni kriya harus mempunyai nilai “Ergonomis” yang meliputi :
  • Kenyamanan
  • Keamanan
  • Keindahan (ESTETIKA)
Kriya Seni atau beberapa menyebutnya Seni kriya adalah sebuah “cabang” dari seni rupa yang juga berkembang di Indonesia. Lalu apakah yang dimaksud Seni Kriya atau kriya Seni tersebut.
Kriya adalah kegiatan seni yang menitik-beratkan kepada keterampilan tangan dan fungsi untuk mengolah bahan baku yang sering ditemukan di lingkungan menjadi benda-benda yang tidak hanya bernilai pakai, tetapi juga bernilai estetis.
Kriya bisa “meminjam” banyak pengetahuan dalam seni rupa murni seperti cara mematung atau mengukir untuk menghasilkan produk, namun tetap dengan tidak terlalu berkonsentrasi kepada kepuasan emosi seperti lazim terjadi misalnya pada karya lukis dan patung. Kriya juga lebih sering mengikuti tradisi daripada penemuan yang sering ditemukan secara individu oleh seorang perupa. (wikipedia)
Posted by andika yosa On 15:19 1 comment

1 komentar:

Post a Comment

Brikan komentar anda demi kemajuan Blog ini , jangan hanya menjadi pembaca yang pasif , yang setelah mebaca artikel langsung pergi begitu saja ..

Silahkan jika ada kritik atau saran atau memberi masukan tentang artikel berikutnya yang hendak anda cari,Insyalah saya akan membuatkannya .. :)
Demi kemajuan Blog ini dan anda mendapat barokhah :))

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

    Followers

    Alexa Rank

    Google+ Followers